Rabu, 11 Juni 2014

Ukuran Penyebaran Data


Bagi para pembaca yang backgroundnya statistika atau matematika, mungkin kurang familiar dengan ukuran penyebaran. Memang sih, ukuran penyebaran tidak seterkenal temannya yakni ukuran pemusatan (rata-rata, median, dan modus). Namun demikian keberadaan ukuran pemusatan tanpa didampingi ukuran penyebaran menjadikan informasi yang anda dapatkan jadi tidak lengkap. Kok bisa? Padahal selama ini biasanya juga media ataupun jurnal cuma ngasih nilai rata-ratanya aja. Kita disini belajar yang bener bukan yang kebanyakan. Pada dasarnya semakin lengkap informasi yang kita berikan, maka informasi yang diterima akan semakin baik, menyembunyikan informasi dengan tujuan agar orang punya pemahaman sesuai keinginan kita juga termasuk BOHONG lho…
Klo secara definisi formalnya, ukuran penyebaran itu adalah suatu ukuran untuk menentukan seberapa jauh satu data satu sama lain. Kayaknya definisi barusan dah cukup untuk menjelaskan apa sih ukuran penyebaran. Beberapa ukuran penyebaran yang sering dipake antara lain Range (Jangkauan), Simpangan rata-rata dan Simpangan baku.

Range
Dalam sekelompok data kuantitatif akan terdapat data dengan nilai terbesar dan data dengan nilai terkecil. Rentang (range) atau disebut juga dengan jangkauan adalah selisih antara data dengan nilai yang terbesar dengan data denga nilai yang terkecil tersebut.
R = xb – xk
R = Rentang xb = nilai data tang terbesar xk = nilai data tang terkecil

Simpangan Rata-Rata
Kalo yang ini udah rada ribet ngitungnya. Simpangan rata-rata adalah nilai mutlak dari data ke rata-rata nya dibagi dengan banyaknya data. Nah lho, dari pada pusing baca definisinya mending liat rumusnya dah.
Simpangan Rata-rata

Konsepnya sih simpangan rata-rata ini ngukur jarak dari suatu data ke pusat datanya (which is rata-rata), terus jarak tersebut dijumlahin semua terus dibagi dengan jumlah datanya ( simpangan rata-rata = rata-rata simpangan iya kan??)

Simpangan Baku
Ini nih yang paling sering digunakan dalam setiap tulisan-tulisan ilmiah. Namanya simpangan baku atau standar deviation, hampir sama dengan simpangan rata-rata Cuma klo dia ini pakenya kuadrat bukan nilai mutlak. Monggo berikut rumusnya:
 simpangan baku

Simpangan baku digunakan untuk untuk ukuran penyebaran data sample, sedangkan untuk ukuran penyebaran populasi digunakan ragam (variance)/ simpangan baku populasi.

Ragam
Klo ragam atau variance sih udah gak perlu ditanya lagi, ini istilah paling terkenal di dunia statistic, jargon kuliah saya aja “there is no statistics without variance” rumusnya adalah:
variansi ragam

Ragam digunakan untuk mengukur penyebaran data pada populasi, namun demikian ragam ini sangat sulit untuk didapatkan karena jumlah populasi yang sangat banyak sehingga tidak semua data dapat di ukur.
Read more ...
Selasa, 06 Mei 2014

Ukuran Pemusatan Data


Biasanya Untuk memahami tingkah laku data yang kita punya, kita mempunyai beberapa alat. Alat untuk mengetahui dimana data-data itu berkumpul adalah mean (rata-rata), median (nilai tengah), modus (nilai paling sering muncul). Sedangkan untuk mengetahui penyebarannya adalah standar deviasi dan jangkauan. Jika kita ingat-ingat lagi, alat-alat yang saya sebutkan di atas adalah pelajaran SMA kita, So… don’t worry mudah kok…
Dalam tulisan kali ini kita akan membahas tentang ukuran pemusatan data aja bro...


Image

Mean (rata-rata)
Rumus rata-rata sih sangat mudah, tambahkan semua angkanya dan bagi dengan banyaknya data… Udah deh kita dapatkan rumus rata-rata.
Perlu untuk di ingat bahwa rata-rata hanya dapat digunakan untuk data dengan skala rasio dan sifatnya sangat dipengaruhi oleh pencilan (outlier)… apa lagi tuh outlier?? Intinya outlier tuh data yang berbeda sangat extreme dengan data lain. Nah klo di gambar di atas itu makanya gambar yg agak menjulur ke kanan. Frekuensinya sih gak banyak, tp nilainya gede banget atau kecil banget…

Median (nilai tengah)
Namanya aja nilai tengah, maka tentu saja yang dimaksud adalah nilai yang membagi dua data kita sama banyak. Caranya mudah banget, tinggal urutin dulu datanya terus bagi dua data sama besar,,, dapat deh angka mediannya. Kalau datanya ganjil angkanya langsung muncul, tapi kalau genap ambil dua angka ditengah terus bagi dua aja.
Diberbagai software, tinggal panggil aja fungsi median di statistics descritpif, maka software akan menjalankan perhitungan buat anda.
Mudah banget kan?? Emang iya,,, Median ini juga digunakan untuk mengetahui ukuran pemusatan data, median bisa digunakan untuk skala rasio, interval dan ordinal. Selain itu median juga gak ngaruh sama data outlier, jadi kalo ada data outlier mending pake median biar gak bias hasilnya. Ok??

Nah yang terakhir adalah Modus (nilai paling sering muncul)
Modus adalah nilai yang memiliki frekuensi paling tinggi. Gitu doank? Iya emang gitu doang. :). Cara ngitungnya ya setiap nilai dihitung berapa kali dia muncul dari data series. Setelah itu diurutkan dari yang terbesar sampai yang terkecil. Ambil nilai dengan frekuensi terbesar, maka anda akan dapatkan modusnya.
sekian..semoga bermanfaat...
Read more ...
Kamis, 17 April 2014

Kenalilah Potensi Diri Anda

"Diantara kesyukuran seorang hamba adalah ketika ia mau belajar memahami segala bentuk karunia yang Allah berikan dan berbagai amanah pengembangan, serta prestasi yang mungkin ia lakukan dengan potensi yang Allah berikan."

Seekor katak yang hanya bersemedi didalam tempurung, akan memiliki persepsi bahwa kehidupan hanya berkisar diruang gelap dan sempit. Namun, ketika sang katak keluar dari tempurung kecil itu, barulah ia menyadari bahwa dunia ini ternyata luas dan indah. Ia bisa bebas melompat kesana kemari, bahkan ia menemukan begitu banyak rezeki yang bisa ia peroleh untuk mengenyangkan perutnya. Selama dalam tempurung ia tidak pernah tahu, bahwa ia dapat melompat lebih  tinggi, ia dapat berenang bahkan kecepatan lompatnya bisa mengalahkan kecepatan hewan lainnya.

Untuk memulai perjalanan hidup anda menuju kepada yang lebih baik, keluarlah dari kotak sempit dan tempurung gelap pola pikir kita, cobalah memahami kehidupan dari sisi yang lain, dari sudut pandang yang lebih luas, belajar untuk mengamati diri dan orang lain, mencoba memahami potensi diri dan membandingkan dengan orang lain, yang begitu maksimal memberdayakan segala potensi hebat dan karunia yang telah Allah berikan kepada mereka. 

Orang-orang yang sukses selalu mengawali kesuksesannya dari kondisi nol atau bahkan kondisi kekurangan.Mereka sama seperti anda, mereka makan seperti apa yanga anda makan dimuka bumi ini,bahkan mungkin kondisi mereka dahulu lebih buruk dari yang anda alami saat ini.

Lantas, apa yang membuat mereka menjadi orang yang luar biasa...? 
Jawabnya adalah berawal dari kesungguhan mereka untuk keluar dari kotak sempit dan tempurung gelap pola pikirnya, selama masa pra kesuksesannya, mereka keluar dari kata tidak mungkin menjadi kata mungkin, dari sikap menghina diri dengan menghargai dan menggali potensi diri, dari merasa tidak ada apa-apanya menuju rasa percaya diri dan keyakinan memiliki banyak potensi yang telah diberikan oleh tuhannya, dari pesimis kepada optimis, dari kemurungan dan kesedihan menuju keceriaan dan semangat dalam menjalani kehidupan, dari aktivitas yang hanya sekedar menjenuhkan menuju amal yang potensial yang penuh dengan rasa cinta. Inilah yang merubah mereka dari kelemahan akal dan jiwa menjadi kekuatan yang hebat pada jiwa dan pikiran mereka.

Tahukah anda...?
Setiap manusia memiliki potensi diri yang berbeda-beda. Namun masih banyak yang belum menyadari potensi yang dimilikinya, padahal potensi tersebut sangat penting dan dapat menunjang masa depan kita kelak, apa lagi kita sebagai pemuda penerus bangsa harus mengenali potensi yang kita punya. 
Saya akan berbagi kepada anda sedikit tips untuk bisa mengenali potensi diri anda.

Kenali diri sendiri
Dengan mengenali diri sendiri, kita akan tahu potensi yang terpendam didalam diri kita. Ada beberapa cara untuk bisa mengenali diri sendiri, diantaranya cobalah membuat daftar pertanyaan, apa yang membuat anda bahagia; apa yang anda inginkan dalam hidup ini; apa kelebihan dan kekuatan anda; dan apa saja kelemahan anda. Jawablah pertanyaan tersebut secara jujur dan objektif. anda bisa meminta bantuan kepada keluarga atau sahabat untuk menilai kelemahan dan kekuatan anda.
Sebuah kata bijak mengatakan "yakinlah bahwa potensi anda sebesar potensi yang dimiliki orang lain. Kemudian lihatlah hal luar biasa yang dimiliki orang lain. Hal-hal luar biasa yang bisa mereka lakukan juga bisa anda kerjakan, bahkan jauh lebih hebat dari itu".

Tentukan tujuan hidup 
Anda harus bijak dan realistis dalam menentukan tujuan hidup anda, baik itu tujuan jangka pendek maupun jangka panjang. Sebuah tujuan hidup yang sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang anda miliki. Mengutip sebuah kata bijak "Jika `keharusan’ merupakan ibu dari penemuan, maka ‘tujuan’ pastilah ayahnya" (Michael Leboeu).

Kenali motivasi hidup 
Setiap manusia memiliki motivasi tersendiri untuk mencapai tujuan hidupnya. Kenali motivasi hidup anda, apa yang bisa mendongkrak semangat anda untuk bisa menghasilkan karya terbaik. Sehingga anda punya kekuatan dan dukungan moril dari dalam diri untuk menghasilkan yang terbaik, baik untuk anda sendiri, keluarga, lingkungan kerja maupun lingkungan sekitar. Sebuah kata bijak "Hidup adalah tantangan hadapi! Hidup adalah lagu—nyanyikan! Hidup adalah impian–wujudkan! Hidup adalah permainan¬mainkan! Hidup adalah cinta—nikmatilah!" (Hagman Sri Sathya Sai Baba).

Hilangkan negative thinking
Buang jauh-jauh pikiran-pikiran negatif yang bisa menghambat langkah anda dalam mencapai tujuan. Setiap kali anda menghadapi hambatan, coba untuk tidak menyalahkan orang lain. Lebih baik anda mengevaluasi lagi langkah anda, mungkin ada sesuatu yang perlu diperbaiki.
Sebuah kata bijak mengatakan "bisa jadi hal negatif yang anda ucapkan benar, tapi itu akan menghambat potensi maksimal anda. Bisa jadi hal positif yang anda ucapkan sedikit berbohong, tapi itu akan melejitkan penggalian potensi diri anda".

Jangan mengadili diri sendiri
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan dalam mencapai tujuan anda, jangan menyesali dan mengadili diri anda sendiri berlarut-larut. Hal ini hanya akan membuang waktu dan energi. Anda harus bisa bangkit dan dan terus mencoba. Jadikan kegagalan sebagai pengalaman dan bahan pelajaran untuk maju.
Itulah sedikit referensi yang bisa saya berikan... sebuah kata bijak"Anda sanggup melakukan hal luar biasa. percayalah hal itu, dan mulailah melakukan beberapa hal bermanfaat".
Read more ...
Selasa, 15 April 2014

Workaholic Mengancam Kesehatan Anda

Gila kerja atau dalam istilah kerennya sering disebut "workaholic" identik dengan seseorang yang terlalu senang bekerja hingga lupa dengan waktu, baik waktu istirahat maupun waktu berinteraksi sosial dengan lingkungan sekitar.Memiliki karir cemerlang memang menyenangkan. Tapi di sisi lain, kenyamanan Anda akan kerja kerap menjauhkan Anda dari lingkungan sosial. Meski tidak dikenal sebagai penyakit psikologi, namun perilaku workaholic ini dikenal sebagai masalah psikologi.Akibatnya seringkali Anda menjadi terisolasi dari lingkungan sosial karena terlalu fokus terhadap pekerjaan, bahkan tidak jarang dijauhi kerabat akibat dianggap lebih mementingkan pekerjaan daripada mereka.Terlebih keluarga akan menjadi prioritas kedua anda setelah pekerjaan.
Workaholic dapat terlihat dari beberapa ciri, ketika kantor Anda jadikan rumah kedua, anda terlalu terobsesi dengan jabatan, sangat suka berkompetisi, terlebih memiliki komitmen yang lebih terhadap kerja, tatkala kerja membuat dunia lebih indah daripada apapun di dunia ini, hingga menganggap tidur dan waktu bermain hanya membuang-buang waktu.Sedangkan terhadap tubuh, beberapa gejalanya ialah, stres, seperti sakit kepala, susah tidur, nafas tidak panjang, detak jantung cepat, serta otot menegang.


Gaya Kerja Workaholik

1. Perfeksionis
Seorang yang perfeksionis akan menuntut kesempuraan dalam pekerjaannya, dan biasanya akan beranggapan bahawa rekan seprofesinya tidak dapat melakukan hal demikian. Akibatnya, mereka akan menghabiskan waktu berjam-jam menyelesaikan perkerjaan hingga sempurna menurut versinya, sekalipun telah deadline. 

2. Brainstormer
Berangkat dari kata brainstorming yang berarti menggali ide guna menjawab segala hambatan juga kritik, demi mendapatkan sebuah solusi. Seseorang yang memiliki gaya bekerja brainstormer, akan berbicara perencanaan kerja secara terperinci, disertai semangat bekerja di awal tetapi menurun ketika tengan proses bekerja itu berlangsung.

Penyebab Workaholik

1. Sebuah Pelarian
Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa rata-rata seseorang yang masa kecilnya tidak menyenangkan dan berasal dari keluarga gagal (tidak harmonis), akan cenderung memilih untuk mencari pelarian dengan memfokuskan diri pada sesuatu hal, salah satunya menjadi seorang workaholik. Dengan begitu, mereka akan sangat terobsesi dengan pekerjaan dan cenderung tidak memiliki sahabat dekat atau tidak memiliki waktu luang bagi keluarga juga orang sekitar.

2. Merasa Bangga Menjadi Workaholik
Merasa terhormat dengan pangkat atau jabatan adalah sesuatu hal yang lumrah terjadi, tetapi apa jadi nya apabila merasa terhormat menjadi workaholik? Nyatanya, hal ini akan menjadi candu bagi seorang pekerja yang terus memaksakan diri bekerja. Fenomena tersebut sudah banyak terjadi di Amerika Serikat dan Kanada, yang warganya mempercayai sebagai seorang workaholik merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

3. Kekayaan
Penyebab workaholik lainnya yakni ada sebagian orang yang beranggapan bahwa semakin giat bekerja dengan ritme yang sering, maka akan membuat diri mereka semakin kaya, padahal pernyataan tersebut tentulah tidak benar, justru pada para pekerja kelas menengah ke bawah, tidak mengalami perubahan dalaam hidupnya secara berarti selama 80 tahun terakhir. Hal ini salah satunya terjadi di Amerika, berdasarkan data yang disampaikan melalui New York Times.

Pertanda Anda Workaholik

Workaholik kah Anda? Harus Anda ketahui sejak awal, agar Anda bisa segera mengatasinya, sebelum menjadi kecanduan. Jika pada nyatanya Anda sudah workaholik, maka Anda bisa mengurangi sedikit demi sedikit kebiasaan buruk tersebut, hingga sembuh.

Gejala Workaholik
 
Berikut ini gejala-gejala yang perlu Anda perhatikan, sebelum Anda menjadi seorang workaholik, dengan menjawab pertanyaan sederhana di bawah ini, jika Anda menjawab hanya tiga saja sudah merasa demikian, maka Anda termasuk workaholik:
1. Bekerja pada malam hari dan waktu berlibur telah menjadi bagian gaya hidup Anda?
2. Apakah kondisi kesehatan Anda menurun, seperti keluhan sakit pada otot dan syaraf akibat stres yang Anda alami?
3. Apakah Anda merasa kualitas fokus dan konsentrasi menurun, hingga produktivitas menurun?
4. Apa Anda merasa semakin sulit untuk memiliki waktu luang dan menghabiskannya bersama keluarga, kerabat, atau teman?
5. Apa Anda merasa selalu terpacu untuk bergerak lebih cepat dari biasanya seperti makan, berbicara, atau bergerak, akibat merasa seperti tertinggal dengan orang sekitar?   

Solusinya, jika bukan mengobati, mulailah memberi ruang untuk waktu luang bersama teman atau keluarga, merawat tubuh, mulailah mengkaji ulang tujuan jangka panjang, sekaligus juga tujuan jangka pendek yang diharapkan.






Sumber : Transbogor.com
Read more ...

Contoh Kertas Kerja Untuk Penyesuaian Ijazah


Pegawai yang telah memperoleh atau memiliki Ijazah diluar Tugas Belajar dapat diusulkan untuk mengikuti Ujian Penyesuaian Ijazah, dengan salah satu syaratnya yaitu membuat kertas kerja.
Dalam postingan kali ini saya ingin sedikit berbagi untuk anda para pegawai negeri khususnya di lingkungan Badan Pusat Statistik, jika anda membutuhkan sedikit referensi tentang kertas kerja silahkan anda mengunduh contohnya yang sudah saya sediakan dalam postingan ini.

Langsung saja ke TKP gan....!!!

Download di Sini
Read more ...

Artikel Terkait

”” ”” ”” ””

Komentar Sahabat