Tampilkan postingan dengan label Kegiatan BPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kegiatan BPS. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Juni 2020

BPS Mukomuko Akan Melakukan Updating Potensi Desa 2020



Untuk memajukan suatu Desa/Kelurahan, diperlukan potret potensi wilayah yang dimiliki. Pada dasarnya setiap Desa/Kelurahan memiliki potensi untuk cepat berkembang, namun untuk mencari potensi Desa/Kelurahan secara mandiri menjadi masalah tersendiri yang sulit dilaksanakan. Terkadang Desa tidak bisa memotret dirinya sendiri, sama halnya dengan manusia yang sulit untuk menilai dirinya sendiri, sehingga dibutuhkan pihak lain yang independen untuk memotretnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mukomuko pada bulan Juni hingga Juli 2020 akan melaksanakan Updating Potensi Desa 2020. Kegiatan ini merupakan rangkaian lanjutan dari Pendataan Potensi Desa yang telah dilaksanakan sebelumnya. Updating Potensi Desa 2020 dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi CAPI berbasis android, dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Mukomuko yang mencakup tiga Kelurahan, 148 Desa dan Satu Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT).

Pendataan Potensi Desa dilaksanakan untuk melihat Indeks Kesulitan Geografis (IKG) di Desa/Kelurahan yang ada di Kabupaten Mukomuko, dan digunakan sebagai salah satu variabel alokator Dana Desa (DD). Demikian pentingnya data yang dihasilkan, sehingga menuntut peran serta dan kerja sama antara BPS dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini pemerintah Desa/Kelurahan dalam menghasilkan data Potensi Desa yang terupdate dan sesuai dengan fakta kenyataan lapangan. Semakin benar data yang diberikan, semakin tepat data yang dihasilkan, semakin akurat program pemerintah dalam membangun wilayah dan tentunya semakin sejahtera masyarakat di wilayah tersebut.

Mari kita berpartisipasi aktif dalam pembaruan data Potensi Desa. Membangun Mukomuko Maju, Mukomuko sejahtera.

Mator Tengkiyu
Read more ...
Rabu, 18 Desember 2019

Sensus Penduduk 2020 Mencatat Mukomuko



Hai Sobat Data...

Tahukah anda..???
Tahun 2020 Negara kita melalui Badan Pusat Statistik (BPS), akan melaksanakan Sensus Penduduk 2020 loh...

Penting nih..."Jangan sampai sobat enggak tahu informasi yang sedang viral se jagad Mukomuko dan Indonesia ini. Dimanapun sobat berada, pastikan sobat terdata sebagai warga negara Indonesia.."


Sensus Penduduk kali ini, BPS menggunakan metode baru, namanya "Metode Kombinasi", sobat bisa mengisi dan update data sendiri secara online. Seandainya, jika dan ternyata sobat  tidak bisa mengisi data mandiri secara online, sobat enggak usah risau dan khawatir, karena sobat nanti akan didatangi  petugas BPS yang ganteng-ganteng dan cantik-cantik untuk didata dan diwawancara secara langsung. 

Gampang kan..? hehe...

Kapan Sensus Penduduk 2020 dimulai..??

Secara online sobat udah bisa update data diri dan keluarga pada bulan Februari sampai Maret 2020 dengan cara langsung buka website yang sudah disediakan oleh Badan Pusat Statistik Republik Indonesia secara gratis dan mudah diakses pada link berikut ini.

Setelah masuk websitenya, nanti sobat akan diarahkan untuk mengisi dan mengupdate secara mandiri data diri dan keluarga sobat skalian..tenang saja gampang koq, prosesnya juga enggak lama..tergantung kondisi sinyal/jaringan internet di lokasi sobat saja..

Kalo enggak bisa online,gimana caranya biar sobat tetap terdata..??
Itu juga gampang, di Bulan Juli 2020 BPS akan menyisir seluruh penduduk Indonesia dimanapun berada untuk mendata secara langsung dari pintu ke pintu tanpa terkecuali.. sobat tinggal tunggu saja petugas sensus datang ke rumah sobat dan berikan informasi yang sebenarnya kepada petugas sensus tersebut. 

Ingat sobat..jangan sampai enggak terdata ya..dan berikan informasi yang benar dalam Sensus Penduduk 2020 nanti..
Mukomuko wilayah maju, masyarakatnya pinter-pinter..sinyal internet ada dimana-mana..enggak bakalan susah buka website sensus penduduk..

Mukomuko semakin maju kalo datanya benar..
Indonesia semakin jaya kalo datanya benar..

"Mari kita  Sukseskan Sensus Penduduk 2020..Mencatat Mukomuko, mencatat Indonesia.."

"Amalan baik dan buruk manusia, Malaikat yang mencatatnya.. Penduduk Mukomuko,kita bantu BPS mencatatnya.."
Terimakasih..
Read more ...
Selasa, 03 Oktober 2017

Kesejahteraan Pejuang Pangan yang Terlupakan







 Ditengah gencarnya upaya pemerintah dalam menggenjot peningkatan produksi tanaman pangan dengan program swasembada-nya, mereka seakan lupa bagaimana kondisi kesejahteraan petani tanaman pangan kita saat ini. Sang pejuang pangan yang identik dengan pekerjaan kumuh, kotor, dan berpenghasilan kecil masih kesulitan dalam mengatasi biaya produksi yang semakin hari semakin tinggi. Bantuan benih, subsidi pupuk dan alat mesin pertanian selama ini dirasa belum mampu mendongkrak pendapatan petani.

Read more ...
Kamis, 16 Oktober 2014

Penjual Es Tong-tong dan Logika Kemiskinan


Panas menyengat siang itu, hampir selesai beban kerja yang ditugaskan oleh kantor. Ya sebagai petugas lapangan jam kerja banyak ku habiskan di luar kantor. Waktu sudah menunjukkan pukul 12.28. Wah harus istirahat nih gumamku. Akhirnya kuputuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon dimana ada penjual es tong-tong disana.  Sambil menikmati segarnya es tong-tong dan sepotong gorengan (buatan istri dari rumah), tak lupa sebatang rokok (jangan ditiru yang ini) terselip disela jemari. Terselip sebuah obrolan yang penuh makna dengan bapak penjual es tong-tong.
Inilah obrolanku sama bapak itu:
Aku (A) : Ramai pak?
Bapak (B): Alhamdulillah mas lumayan.
A : Ooohhh......
Obrolan sempat terhenti sebentarsaya nikmatin rokok, bapaknya melayani pembeli yang lain.
Selesai melayani pembeli yang baru datang si bapak melanjutkan obrolan lagi
B: Dari mana mas?
A: Ini pak, keliling Mukomuko (sambil tertawa kecil)
B: He... he.... dah dapat berapa kilometer mas?
A: Wah..gx kehitung lg kilometernya pak...he..he..Asli mana pak?
B: Lampung mas,Tanggamus...tapi udah sejak tahun 1983 saya udah tinggal disini
A: oh...Penghasilan dari jual es tong-tong cukup pak buat kebutuhan sehari-hari? (iseng bertanya buat nyari bahan obrolan)
B: Alhamdulillah mas, selama kita masih bisa bersyukur, Insyaallah gak akan kekurangan.
Aku semakin antusias ngobrol dengan si bapak.
A: Maksudnya pak?
B: (sambil tersenyum) Gini mas kalau kita bersyukur dengan apa yang kita peroleh, asalkan kita sudah berusaha dan berdoa, berapapun insyaallah akan cukup mas. Kalo kita merasa kurang, sampai kapanpun kita gak akan bisa memenuhinya.
A: Tapi pak kebutuhan hidup kan besar, biaya makan, biaya sekolah, biaya kesehatan dan biaya yang lainnya membutuhkan dana yang tidak sedkit. Dan saya beberapa kali melakukan survei, para pedagang kecil seperti bapak selalu bilang gak cukup sehingga mereka minta bantuan baik untuk biaya sekolah maupun yang lainnya.
B: (kembali tersenyum) Ya itu maksud saya mas. Banyak orang yang merasa kekurangan padahal dia gak mau berusaha, banyak yang merasa kekurangan padahal dia tidak pernah berdoa, ada yang merasa kekurangan karena tidak berusaha dan berdoa. Ada pula yang merasa kekurangan karena dia memang berdoa meminta kemiskinan melalui perbuatannya.
A: (bingung) maksud yang terakhir pak? Saya kira gak ada orang yang minta miskin apalagi melalui perbuatan.
B: Gini mas, ketika sampeyan bekerja apa yang sampeyan cari?
A: Yang jelas pertama kali uang
B: Logikanya anda bekerja pasti juga berdoa semoga dapat uang banyak juga kan?
A: Iya Pak
B: Begitu juga ibaratnya dengan kita jika meminta bantuan?
A: Maksudnya? (masih bingung)
B: Saya jualan es tong-tong ini mas, saya bisa menyekolahkan anak saya di Universitas Diponegoro sampai lulus dengan hasil keringat saya sendiri tanpa bantuan. Meskipun dari pihak sekolah pernah menawari saya agar bisa sekolah gratis tanpa biaya dengan surat keterangan miskin. Tapi saya gak mau mas.
A: Kok gak mau pak? Apa tokoh masyarakat dan aparat pemerintahnya mempersulit? Dan hubungannya dengan yang tadi pak (masih tetap bingung)
B: Gak mas (sambil tersenyum). Tokoh masyarakat maupun aparat pemerintah Desa pasti tahu saya dan kehidupan saya.
A: Trus....? (sambil gak sadar telah habis 2 batang rokok)
B: Tadi saya mengatakan ada yang berdoa minta miskin melalui perbuatannya. Dan saya gak mau mas. Ketika saya minta surat keterangan miskin untuk semua kebutuhan kita. Maka disaat itulah kita juga pada intinya berdoa minta miskin. Dan kita gak tahu kapan doa kita akan dikabulkan oleh Allah. Kalo pada saat itu doa kita dikabulkan maka kita akan jadi miskin baik lahir maupun batin selamanya. Padahal Allah telah mengatakan barang siapa yang bisa mensyukuri nikmat yang diberikan. Insyaallah Allah akan menambah nikmatnya. Dan bagi saya mas, masih banyak yang kehidupannya masih dibawah saya dan lebih berhak.
A: (manggut-manggut) Ohh.... begitu ya pak...
Wah dengan gaji yang ku peroleh dan pekerjaan sampingan yang ku punyai, aku merasa malu. Alhamdulillah mendapat sesuatu yang hebat dari obrolan kecil. Seandainya aku dan masyarakat kita mempunyai sifat seperti bapak si penjual es tong-tong ini...

Read more ...
Selasa, 15 April 2014

Contoh Kertas Kerja Untuk Penyesuaian Ijazah


Pegawai yang telah memperoleh atau memiliki Ijazah diluar Tugas Belajar dapat diusulkan untuk mengikuti Ujian Penyesuaian Ijazah, dengan salah satu syaratnya yaitu membuat kertas kerja.
Dalam postingan kali ini saya ingin sedikit berbagi untuk anda para pegawai negeri khususnya di lingkungan Badan Pusat Statistik, jika anda membutuhkan sedikit referensi tentang kertas kerja silahkan anda mengunduh contohnya yang sudah saya sediakan dalam postingan ini.

Langsung saja ke TKP gan....!!!

Download di Sini
Read more ...
Kamis, 27 Maret 2014

Mitra BPS Adalah Orang-orang Terbaik







Badan Pusat Statistik (BPS) adalah Lembaga Pemerintah Non Departemen yang mempunyai fungsi pokok sebagai penyedia data statistik dasar, baik untuk pemerintah,maupun masyarakat umum, secara nasional maupun regional. BPS juga terdapat di setiap Provinsi, Kabupaten dan Kota di seluruh Indonesia, yang  dinamakan perwakilan BPS di daerah, karena BPS merupakan instansi vertikal, yakni instansi pemerintah pusat yang berada di daerah, sehingga bukan merupakan bagian dari instansi milik daerah, Tugas lain BPS di daerah adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dalam rangka penyelenggaraan statistik regional. Di samping memiliki kantor pewakilan hingga daerah tingkat II (Kabupaten/Kota), aparat BPS ada di setiap Kecamatan, yaitu Penanggungjawab Kegiatan BPS Tingkat Kecamatan atau saat ini disebut sebagai KSK (Koordinator Statistik Kecamatan) .

Dalam pekerjaan yang sifatnya besar,seperti sensus ataupun survei yang membutuhkan energi yang banyak, BPS selalu merekrut petugas yang berasal dari berbagai kalangan. Di BPS, petugas ini dikenal dengan istilah "Mitra Statistik". Hampir di setiap wilayah, baik itu setingkat Desa/Kelurahan maupun setingkat Kecamatan, BPS selalu memiliki mitra andalan dengan kualitas yang mumpuni dan merupakan orang-orang terbaik yang ada di wilayahnya. Kualitas Mitra Statistik ini tidak bisa dipungkiri, ditambah lagi dalam setiap kegiatan BPS, mereka dilatih secara khusus sehingga memiliki pengetahuan yang cukup tentang metodologi dan alur pendataan BPS.

Banyak sekali mitra statistik BPS baik yang masih aktif maupun tidak, yang menjadi aparat desa baik Kades, sekdes, kaur pemerintahan dan lain sebagainya, bahkan ada juga yang menjadi Camat atau Sekcam. Sebuah contoh nyata, di Kecamatan Air Rami saat ini sudah ada dua orang mitra statistik andalan yang menjadi Kades dan beberapa orang yang menjadi perangkat desa. Munir Naif (Kades Talang Rio), Kadarsyah (Kades Mekar Jaya), Ikhsanudin (Sekdes Makmur Jaya), Aji Indra Sukma, Abdullah Hanif, Sugeng Supriadi, Eko Budiono, Zulfan Armensyah, Yoni Korneo, Slamet Sudarmadi, Sukasih, Heriyanto, dll , yang seluruhnya adalah orang-orang pilihan dengan kinerja yang bagus, berdedikasi dan selalu menjadi pilihan utama dalam setiap kegiatan BPS yang melibatkan mitra statistik, khususnya di wilayah Kecamatan Air Rami. Sebagai KSK Air Rami, sebuah kebanggaan bagi saya mempunyai rekan kerja seperti mereka, rekan kerja yang mempunyai visi dalam usaha membangun masyarakat di wilayahnya.

Tentu saja dengan kualitas petugas terbaik belum tentu  menjamin data yang akan dihasilkan akan bagus juga. Ada faktor "X" lain yang perlu diperhatikan, yaitu kurangnya kesadaran masyarakat pemberi data untuk jujur dan menjawab setiap pertanyaan dengan apa adanya. Saat ini doktrin yang selalu ada di benak masyarakat kita adalah " Setiap ada pendataan pasti ada bantuan yang bakal mereka terima " sehingga mereka akan menjawab cenderung mengarah agar mereka dianggap tidak berkecukupan. Di era modern seperti ini masyarakat kita masih banyak yang berfikiran dangkal dan tidak faham akan pentingnya data yang nantinya akan dijadikan tolak ukur pemerintah dalam mengevaluasi dan merencanakan program-program pemerintah dalam usaha mensejahterakan masyarakat. 

Ironis tentunya, dan ini adalah tantangan  bagi kita para pemburu data. Tantangan ini harus kita jadikan motivasi untuk mencari trik terbaik agar data yang dihasilkan adalah data yang benar-benar relevan sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Sekian...semoga tulisan ini bermanfaat......
Read more ...
Selasa, 25 Maret 2014

Sukseskan Pendataan Potensi Desa (PODES) 2014 Provinsi Bengkulu








Badan Pusat Statistik (BPS) tahun ini kembali menggelar pendataan Potensi Desa yang akan dilaksanakan sepanjang bulan April 2014. Pendataan yang dilakukan setiap tiga tahun sekali tersebut bertujuan untuk memperoleh informasi tentang infrastruktur sosial dan ekonomi, potensi sumber daya alam serta informasi lainnya yang berkaitan dengan pembangunan desa. Podes 2014 dilakukan terhadap seluruh wilayah administrasi setingkat desa/kelurahan/nagari/ di seluruh Indonesia. Adapun narasumber atau responden, untuk PODES tingkat Desa adalah Kepala Desa/Lurah, Sekdes/Seklur, Aparat Desa lain serta instansi terkait tingkat Desa/Kelurahan. Untuk PODES-Kecamatan narasumbernya Camat, Sekcam, Aparat Kecamatan lain dan instansi terkait tingkat Kecamatan. Sedangkan untuk PODES-Kabupaten, sebagai nara summber / responden adalah Sekda beserta jajarannya dan instansi/lembaga tingkat Kabupaten


Sebagai persiapan, pada bulan maret BPS melaksanakan pelatihan petugas pencacah dan pengawas lapangan di seluruh daerah di Indonesia. Di Provinsi Bengkulu sendiri, pelatihan dilaksanakan di dua Training Centre (TC), yaitu di Hotel Splash dan Hotel The Madelin dalam dua gelombang mulai tanggal 20 s.d 27 maret 2014. Dengan pembekalan yang maksimal, diharapkan diperoleh petugas yang handal, dengan perencanaan yang matang serta mekanisme pendataan di lapangan yang baik, sehingga diperoleh informasi yang relevan (sesuai dengan kondisi sebenarnya), lengkap, akurat dan dapat selesai tepat waktu sesuai jadwal.

Pendataan Podes akan menghasilkan data atau informasi tentang potensi wilayah yang sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan lainnya, dalam rangka pembangunan wilayah dan pengembangan usaha. Data tersebut juga sangat berpengaruh terhadap kebijakan pemerintah dalam perencanaan Pembangunan. Untuk itu kepada seluruh responden, termasuk aparatur pemerintah di tingkat kabupaten hingga desa agar menyampaikan informasi dengan benar, sesuai fakta dan kenyataan di lapangan. 

Data Potensi Desa (Podes) juga merupakan satu-satunya sumber data berbasis kewilayahan yang mencakup seluruh wilayah administrasi terkecil, yang sangat penting untuk menyusun rencana dan evaluasi pembangunan. Pendataan Podes, selain menghasilkan gambaran kesejahteraan masyarakat ditingkat desa/kelurahan, juga menyediakan data bagi keperluan penentuan tipologi wilayah, seperti perkotaan, perdesaan, pegunungan, pesisir, rawan bencana dan desa tertinggal. Selain menghasilkan data spesifik bagi keperluan pembangunan wilayah,data PODES juga bisa memberikan indikasi awal tentang fakta. Baik fakta potensi wilayah, infrastruktur, serta kondisi sosial-ekonomi dan budaya disetiap desa atau kelurahan.

Mari kita bersama-sama mengawal dan mensukseskan pendatan Potensi Desa sebagai wujud kepedulian kita terhadap pembangunan, khususnya di wilayah kita. Akurat atau tidaknya data yang dihasilkan BPS tidak hanya tergantung dengan kualitas petugas pendata,tetapi juga kejujuran responden dalam memberikan informasi sesuai dengan kenyataan yang ada.

Peduli dengan data berarti anda peduli dengan pembangunan di wilayah anda...!!!!
Terima kasih, semoga informasi ini bermanfaat bagi semua 
Read more ...
Jumat, 21 Maret 2014

The Dream Team BPS Kabupaten Mukomuko




"The dream team", itulah istilah keren yang selalu kita dengar bila melihat sekumpulan orang ahli, berkemampuan tinggi dan kompak bersatu melakukan suatu misi tertentu. Entah itu dibidang olahraga, pekerjaan, aktivitas ataupun sekedar gugus tugas organisasi tertentu. The dream team bukan lagi cuma sekumpulan orang hebat dengan rencana hebat. Namun, the dream team berarti sekumpulan orang hebat dengan rencana hebat yang mampu melakukan eksekusi kerja dengan baik dan mencapai hasil akhir sesuai target.

Seperti itulah gambaran dari para pegawai BPS Kabupaten Mukomuko, dengan barisan muda yang penuh inovasi, kreativitas, visioner dan etos kerja yang tinggi serta kerja sama yang kompak. Walaupun terkadang terjadi gesekan, tetapi dengan cepat dapat diselesaikan dengan pendekatan komunikasi personal. Sebuah kebanggaan tentunya bisa menjadi anggota dari the dream team ini.

Kunci pembentukan the dream team ini adalah adanya proses seleksi yang sangat ketat dari BPS dalam penerimaan pegawai baru. Proses seleksi ketat ini menghasilkan orang-orang pilihan dengan kemampuan terbaik dan sesuai dengan yang diharapkan.

Kunci kedua yaitu adanya pimpinan-pimpinan handal yang pernah dan sedang memimpin BPS Kabupaten Mukomuko. Para pemimpin hebat ini mampu membuat semua anggota team, dalam hal ini para pegawai BPS Kabupaten Mukomuko dapat mengeluarkan semua kemampuan terbaiknya. Dimulai dari bpk Ir. Marwansyah sebagai Kepala BPS Mukomuko pertama, yang merupan sosok sentral, dan sosok yang paling berjasa dalam merintis pembentukan "The Dream Team BPS Mukomuko". Kemudian bpk Ir.Sriwiyana Teguh Ananto, M.Si, bpk Antoni Pestaria, SE, M.Si hingga bpk Amperianto, S.ST sebagai pimpinan yang sekarang, yang semuanya mampu merangkul seluruh pegawai,menjadikan sebuah tim yang kompak dan menjadikan BPS Mukomuko selalu eksis di publish.

Semoga ke depan the dream team ini akan selalu kompak dan dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai SOP dan tepat waktu.... Amin......

Terimakasih atas kunjungannya......
Read more ...
Senin, 03 Maret 2014

Rapat Teknis KSK BPS Provinsi Bengkulu 2014



Tahun 2014 ini, BPS Provinsi Bengkulu kembali menyelenggarakan Rapat Teknis Daerah Koordinator Statistik Kecamatan (KSK). Acara yang dilaksanakan mulai tanggal 27 Februari s.d 01 Maret 2014 ini diikuti oleh 98 Peserta yang terdiri dari seluruh KSK Kabupaten/Kota se Provinsi Bengkulu dan bertempat di Hotel Grage Horizon Kota Bengkulu. Dari 10 Kabupaten/Kota yang ada di Provinsi Bengkulu, BPS Kabupaten Mukomuko mengirimkan sebanyak 11 KSK. Ratek KSK kali ini mengusung tema " Dengan Reformasi Birokrasi Kita Tingkatkan Kualitas Data dan Pelayanan Prima".

Berbeda dengan Ratek tahun-tahun sebelumnya, ratek kali ini terasa lebih spesial karena diselingi dengan acara briefing survei Ubinan. Kenapa begitu spesial..? Survei ubinan merupakan salah satu survei yang hasilnya begitu banyak disorot oleh banyak pengguna data. Dengan briefing ini, diharapkan seluruh KSK sebagai ujung tombak BPS,khususnya BPS Provinsi Bengkulu akan memiliki keseragaman konsep dan tata cara survei ubinan. Selain itu,briefing ini juga dimanfaatkan sebagai ajang berbagi ilmu antara KSK senior dan KSK baru yang belum pernah melaksanakan survei ubinan,sehingga diharapkan suatu saat ketika KSK junior ini mendapatkan sampel ubinan,mereka tidak akan gagap dalam pelaksanaannya.

Suasana Ratek KSK kali ini terasa kian istimewa dengan kehadiran Kepala Bagian Administrasi Umum STIS, Dr.Ir. Bagus Sumargo, M.Si yang sudah menyempatkan diri datang ke Bengkulu dan memberikan paparan tentang Upaya Meningkatkan Etos Kerja KSK di Era Reformasi Birokrasi BPS. Menurut pak Bagus, "ada beberapa faktor yang menghambat etos kerja antara lain sifat munafik, tidak bertanggung jawab, feodal, percaya pada tahayul, lemah wataknya, alon-alon asal kelakon yang mengarah pada rasa malas,lamban,tidak gigih, no money no survey,prasangka buruk dll".

Selain Pak Bagus, dalam sesi lainnya, Kepala BPS Provinsi Bengkulu, Bapak Ir. Dody Herlando, M.Econ dalam paparannya tentang "Etos Kerja KSK dalam Zona Integritas", menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan KSK dalam meningkatkan etos kerja. "KSK harus membulatkan tekad dan niat yang tulus, membangun kiat agar masyarakat sadar statistik, menyikapi prioritas tugas dan memanfaatkan jejaring kerja serta TIK, belajar membangun sistem kerja yang efektif dan efisien". Selain itu,Pak Dody juga mengatakan " Fokus BPS saat ini adalah peningkatan kualitas data dan pelayanan prima".


Read more ...
Selasa, 25 Februari 2014

Pentingnya Pemahaman Metode Penarikan Sampel dalam Survei Ubinan



Pernahkah anda mendengar tentang ubinan...? hehe pasti masih banyak yang belum tau kan...???  Bagi yang belum tau, saya akan coba jelaskan sedikit untuk anda, dan bagi anda yang tau atau pernah mendengarnya, gak ada salahnya kan kita refresing sedikit hehehe...
Apa itu Ubinan..?
Ubinan merupakan survei yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengestimasi produktivitas (produksi per hektar)  komoditas tanaman pangan. Tanaman pangan tu apa aja sih..? ada padi sawah, padi ladang, jagung,kedelai,kacang tanah, ubi kayu dan ubi jalar.

Bagaimana metode pengumpulan datanya?
Metode pengumpulan data produktivitas ini menerapkan pengukuran langsung pada plot ubinan terpilih (2,5 m x 2,5 m) dan metode wawancara dengan petani sampel. Informasi yang dikumpulkan dalam Survei Ubinan antara lain jenis lahan (sawah irigasi, sawah tadah hujan, sawah rawa pasang surut, sawah rawa lebak, bukan sawah), cara penanaman (monokultur, tumpang sari), jenis varietas benih, banyaknya benih yang digunakan, banyaknya pupuk yang digunakan, banyaknya pestisida yang digunakan, dan juga informasi kualitatif terkait dengan produktivitas.

Apa saja tantangan survei ubinan..???
Sebagai salah satu survei rutin yang dilaksanakan BPS, ubinan memiliki  tantangan tersendiri yang tidak dijumpai pada survei-survei  lainnya. Alat ubinan dengan bobot sekitar 12 kg, yang terdiri dari timbangan, pasak, dan batang-batang besi stainless berbagai ukuran dan diletakkan dalam tas khusus, yang dari kejauhan tampak seperti perlengkapan perang. Bisa dibayangkan kan gimana beratnya bawa alat ini ke lokasi lahan yang akan diubin. Dan pastinya setiap pegawai BPS akan terlihat gagah dan sangat keren saat menggendong alat ini.
Tantangan lainnya adalah unit sampling yang bakal diobservasi atau diukur produktivitasnya. Berbeda dengan survei-survei BPS lainnya, misalnya Sakernas atau Susenas, unit sampling yang bakal dikumpulkan karakteristiknya dalam survei ubinan bukanlah rumah tangga yang bisa dikunjungi lebih dari sekali (revisit). Tapi plot seluas 6,25 meter persegi yang berisi tanaman pangan siap panen.Karena pemanenan hanya sekali (habis dipanen tanaman tak mungkin ditanam kembali), kesempatan untuk mengukur produktivitas juga hanya sekali. Jika tanaman yang akan diubin sudah terlanjur dipanen duluan, maka terjadilah non-response. 

Kenapa bisa terjadi lewat panen???
Dalam prakteknya, kejadian lewat panen kerap terjadi di lapangan. Alasan yang paling sering terjadi karena petani sudah panen duluan tanpa berkoordinasi dengan petugas BPS yang akan melakukan ubinan pada hari panen yang sebelumnya telah disepakati bersama. Hal ini bisa saja terjadi karena petani tidak paham tentang teori sampling, petani tidak tahu betapa pentingnya sample dalam sebuah survei. 

Saat terjadi lewat panen, bisakah penggantian sampel dilakukan? Bukankah hasilnya bakal sama saja jika yang digunakan adalah sampel yang karakteristiknya mirip? 
Jika anda memahami teori sampling berpeluang tentu dengan tegas anda akan menjawab TIDAK, alasannya kaidah probability sampling, yang memungkinkan dilakukannya estimasi terhadap parameter populasi telah dilanggar. Konsekwensi yang ditimbulkan penggantian sampel lebih berbahaya dari non-response (bias). 

Separah apakah bahaya bias itu?
Tahukah anda, pemerintah telah menghabiskan triliunan anggaran negara untuk mendanai berbagai program pertanian, seperti subsidi pupuk, bantuan benih unggul, pendampingan, dsb,guna meningkatkan produktivitas komoditas tanaman pangan. Berbagai program itu direncanakan, dilaksanakan, dan dievalusi berdasarkan data produktivitas yang dihasilkan dari Survei Ubinan. Jika data yang dijadikan dasar perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program-program pemerintah yang menghabiskan dana triliunan rupiah itu ternyata bias dan melenceng, tentu akan bias dan melenceng pula hasil yang diharapkan oleh pemerintah untuk mensejahterakan petani di negara kita.


Sumber : www.sirusa.bps.go.id, www.widyalaya.info dan Catatan Kadir
Read more ...
Selasa, 18 Februari 2014

Inilah Hasil Karya Kami





Apakah Anda memiliki visi dengan apa yang anda kerjakan atau lakukan saat ini? Apakah Anda memiliki visi ke depan tentang pekerjaan, usaha, kegiatan sosial, atau kegiatan sehari-hari yang anda lakukan? Apakah terkait satu dengan yang lain? Ataukah Anda mengalir begitu saja.

Mari kita renungkan sebuah cerita tentang tiga orang tukang batu yang sedang membuat sebuah monumen di sebuah kerajaan antah berantah. Seorang utusan istana diberikan tugas untuk mengawasi mereka.  ia bertemu dengan tukang batu pertama dan menanyakan apa yang sedang dikerjakan oleh si tukang batu? si tukang batu menjawab “Saya ini seorang tukang  batu dan kerjaan saya menumpuk batu satu persatu untuk menjadi tembok”.

Kemudian utusan istana bertemu dengan tukang batu kedua. Ia kemudian mengajukan pertanyaan yang sama. Tukang batu kedua menjawab “Saya sedang melakukan pekerjaan menyusun batu agar menghasilkan uang untuk keluarga saya"

Akhirnya ia bertemu dengan tukang batu yang ketiga. Dan kembali menanyakan pertanyaan yang sama, tukang batu itu menjawab sambil tersenyum mengagumi karyanya yang masih setengah jadi, “saya sedang mengerjakan monumen terindah di kota ini, ini akan menjadi hal yang hebat, banyak orang yang akan kagum melihatnya”.

Dari percakapan di atas, kita bisa menilai siapa yang memiliki visi dan tujuan besar dalam hidupnya. Jelas tukang batu yang ketiga menunjukkan attitude yang berbeda, tampak ia memiliki kecintaan terhadap pekerjaannya dan mau memberikan yang terbaik. Orang yang memiliki harapan yang besar terhadap apa yang ia lakukan. Terlepas apa yang akhirnya ia dapatkan, ia akan memberikan yang terbaik yang ia bisa. Dan orang pada akhirnya bisa melihat semangat dan tanggung jawab yang besar dari orang tersebut, dan suatu saat itu semua akan terbukti.

Bagaimana dengan kita..?? 
Betapa indahnya bila kita pegawai Badan Pusat Statistik (BPS) dapat menaruh sebongkah misi hidup yang dipadukan dalam sebuah kerja. Pegawai yang memahami benar kehadiran karyanya. Terlebih lagi bukankah demikian tugas kita yaitu menghadirkan secercah kesejahteraan bagi masyarakat melalui data yang kita sajikan. Semoga saja kita dapat memiliki attitude seperti tukang batu yang ketiga yang mempersembahkan karya terbaik bagi bangsa. Hingga pada saatnya data yang kita hasilkan, di-publish kita dapat dengan bangga berujar kepada orang-orang “ini dia hasil karya kami”.

 

Read more ...
Selasa, 11 Februari 2014

Metamorfosis Badan Pusat Statistik (BPS)





Reformasi Birokrasi (RB) pada Badan Pusat Statistik (BPS) yang semakin gencar disuarakan akhir-akhir ini menjadi tantangan tersendiri bagi seluruh insan BPS. Seluruh insan BPS “harus” memiliki kemauan untuk bekerja keras menciptakan sebuah perubahan tata kelola pemerintahan yang baik untuk terciptanya pelayanan publik yang lebih baik. Roh dari program reformasi birokrasi itu sendiri pada intinya adalah adanya perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Perubahan tata kelola pemerintahan ini dapat terwujud jika seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) BPS memiliki pola pikir, budaya kerja, dan perilaku yang profesional, berintegritas, dan amanah sesuai dengan nilai-nilai inti BPS.

Secara perlahan tapi pasti BPS mulai bermetamorfosis. Mengimplementasikan nilai-nilai inti BPS (Professional, Integritas, Amanah) yang merupakan pondasi yang kokoh untuk membangun jati diri dan penuntun perilaku setiap insan BPS dalam melaksanakan tugas diharapkan akan menciptakan insan BPS yang professional serta menciptakan budaya kerja BPS. Budaya inilah yang sejatinya menjadi jati diri BPS yang akan membedakan BPS dengan institusi lainnya sekaligus mengubah paradigma masyarakat mengenai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Sulit memang tetapi tidak berarti mustahil. 

Proses metamorfosis BPS terlihat jelas dengan peningkatan sarana dan prasarana BPS seperti pembangunan dan rehab gedung kantor (sesuai prototype), satu komputer jinjing (Laptop) untuk satu Koordinator Statistik Kecamatan (KSK), kendaraan dinas baru, mesin handkey sampai tingkat BPS Kabupaten. Prototype kantor BPS berdiri megah seakan tersenyum hangat menyambut setiap pengunjung yang datang. Kelengkapan fasilitas (ruang perpustakaan dan layanan) dan penggunaan teknologi informasi, selalu siap memberikan pelayanan terbaik. Sungguh hal yang amat membanggakan. Perubahan ini tidak sampai di situ saja, bahkan BPS sampai mengubah struktur organisasinya.

Di sisi lain, BPS juga sedang mengalami perubahan budaya kerja. Implementasi PIA dalam pekerjaan sehari-hari akan mengganggu insan BPS yang telah kadung nyaman dalam comfort zone-nya. Dengan ini BPS diharapkan dapat tetap eksis mengikuti perubahan zaman. Seperti halnya, Dinosaurus punah bukan karena lemah tetapi karena tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Jadi, mau tidak mau, suka tidak suka, kita (insan BPS) harus berubah. 

Perubahan-perubahan itu nyata seperti disiplin waktu kerja (disiplin masuk dan pulang kantor) dengan mesin handkey sampai tingkat kabupaten. Peningkatan kapasitas insan BPS dengan pelatihan dan pendidikan baik tugas belajar maupun ijin belajar. Pelaksanaan Video Conference (Vicon) memperlancar komunikasi BPS dengan efisien menembus ruang dan waktu. 

Kegiatan BPS saat ini semakin padat dan bertumpuk. Standard Operating Prosedur (SOP) kegiatan yang diterapkan kadang tidak “ideal” di lapangan menjadi tantangan tersendiri bagi insan BPS. Sebuah konsekuensi tugas yang tidak dapat dielakkan. Dalam menghadapi hal-hal tersebut dibutuhkan moral dan orientasi bekerja yang tangguh. Itulah perlunya kita menghidupi PIA. Dengan banyaknya tantangan dan tekanan inilah jati diri kita semakin teruji.

Sumber gambar: Sekadaukab.bps.go.id
Read more ...
Senin, 10 Februari 2014

Matriks Kerja KSK AIR RAMI 2014

Inilah kira-kira yang harus saya kerjakan di tahun 2014 ini..mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala berarti..Amiiinnn..

Read more ...

Menjawab Tantangan Reformasi Birokrasi Badan Pusat Statistik





Sebuah kata bijak yang mengatakan “reformasi birokrasi itu sulit tapi bisa, bukan bisa tapi sulit”, memiliki makna yang sangat dalam. Dengan Reformasi Birokrasi tantangan yang akan dihadapi insan statistik akan semakin besar, tetapi disertai optimisme bahwa kita bisa melakukannya. 

Saat ini, Badan Pusat Statistik (BPS) khususnya Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, terkhusus lagi BPS Kabupaten Mukomuko sedang giat-giatnya melakukan reformasi birokrasi yang dibangun melalui empat pilar penopang yang menjadi komitmen BPS, yaitu kelembagaan, teknologi informasi dan komunikasi, sumber daya manusia, dan akhirnya bermuara pada kualitas data statistik. Salah satu yang dilakukan adalah penandatanganan Pakta Integritas yang dilakukan seluruh Pegawai BPS Provinsi Bengkulu dalam upaya untuk memantapkan salah satu pilar yaitu kelembagaan.

Sadar atau tidak sadar, mau atau tidak mau, saat ini insan BPS sedang dibawa menuju bentuk organisasi modern yang berkinerja tinggi dan bebas dari KKN. Tidak hanya dibutuhkan kepandaian sebagai dasar kerja, tetapi juga dibutuhkan kemauan dan tekad kuat, serta sifat-sifat moral yang terangkum dalam nilai inti (core values) BPS.

Nilai inti (core values) dalam suatu organisasi merupakan budaya organisasi yang harus menjadi pegangan setiap anggota organisasi dalam bertindak. Suwarto (2009) dalam bukunya budaya organisasi kajian konsep dan implementasi menyebutkan “makin besar komitmen anggota terhadap nilai-nilai inti maka makin kuat budaya tersebut”.

Kita sangat bersyukur, bahwa di institusi kita, Badan Pusat Statistik (BPS), telah memiliki nilai-nilai inti (core values) yang menjadi persepsi yang harus dianut oleh masing-masing pegawai. Core values BPS yaitu Profesional, Integritas dan Amanah. Bahkan BPS juga telah memiliki tujuh perilaku utama insan BPS. Perilaku utama insan BPS merupakan penjabaran dari core values di atas yaitu efektif, efisien dan sistematik; kompeten, inovatif dan excellent; responsif; akuntabel; dedikatif, disiplin dan konsisten; saling menghargai; dan jujur, tulus dan adil. Tujuh perilaku utama insan BPS tersebut menjadi pedoman dalam kehidupan sehari hari dalam setiap menjalankan tugas, dan kedepannya diharapkan menjadi budaya dan ciri khas, yang membedakan antara insan BPS dengan organisasi lain. Nilai-nilai inti tersebut harus diterjemahkan kedalam bentuk perilaku yang nyata melalui tujuh perilaku utama insan BPS.

Reformasi SDM akan dilakukan secara menyeluruh tanpa memandang jabatan, mereka yang tidak bisa mengikuti reformasi akan tertinggal dan terpinggirkan. Selain itu, visi BPS sebagai visi bersama yaitu “pelopor data statistik terpercaya untuk semua”. Oleh karena itu, dalam mencapai visi BPS yang kredibel, penghasil data berkualitas dibutuhkan SDM yang professional, integritas dan amanah, disamping kelembagaan yang solid dan teknologi informasi dan komunikasi yang handal.

Sekarang ini tinggal masing-masing kita untuk selalu berusaha menghayati nilai inti dan tujuh perilaku utama dalam setiap perbuatan sehingga budaya BPS menjadi semakin kuat. Dengan budaya yang kuat maka cita-cita BPS yang tercantum dalam visi BPS yaitu “pelopor data statisitk terpercaya untuk semua” akan tercapai. Mari kita menjalankan PIA mulai dari diri sendiri, dari apa yang anda bisa, dan lakukan dari sekarang.
Read more ...

Artikel Terkait

”” ”” ”” ””

Komentar Sahabat